Namanya Nina, umurnya kira – kira 20an tahun, aku kenal dia disebuah gerai ponsel yang cukup ternama di kota ku. Awalnya aku kesana gara – gara ponselku mati total hingga mau tidak mau aku harus beli ponsel baru.
Seperti umumnya seoranng SPG, Nina menyapaku ramah saat aku baru pertama kali menginjakan kakiku di toko ponsel itu. “Mau cari HP apa mas…” sapa Nina dengan ramah. Aku pun jawab seadanya sambil bercanda, “Ga kok… Cuma mau cari pacar…”
“Walah… cari pacar kok ke toko HP….” Selorohnya sambil tersenyum genit. Tak berapa lama, kami akhirnya terlibat diskusi sedikit serius tentang HP yang akan kubeli.
Dengan cekatan dia menjelaskan berbagai tipe HP dengan kelebihan dan kekurangannya. Dia rupanya cukup menguasai product knowledge tentang HP yang dijual disana.
Sampai akhirnya aku bingung memilih antara Merk Noki* atau Sams*ng, kebetulan merk kedua memiliki fitur double sim card. Aku sih tidak terlalu perlu dua sim card. Tapi saat dia member ilustrasi, “Siapa tahu mas punya pacar lagi, kan gak perlu ganti – ganti nomer”. Aku pun mengangguk setuju. “Tapi aku cuma punya pacar satu dan belum punya yang kedua” jawabku singkat.
“Situ mau jadi selingkuhanku…” goda ku sambil bercanda. Dia pun cuma tersenyum genit. Selang beberapa lama, HP Sams*ng pun sudah jadi miliku. Dengan alasan supaya mudah menghubungi seandainya ada masalah, dia rela berbagi no HP dia.
Mulai sejak itu kami sering sms-an, bahkan kadang mms-an, walau baru pada tahap yang wajar – wajar saja. Kadang dia juga suka telepon kalau dia lagi bête sama pacarnya. Aku pun demikian.
Bete ketemu bête, jadilah kami janjian curhatan di suatu café. Kami ngobrol asyik sekali hingga tak terasa jam menunjukan pukul 12 malam. Dia pun terkejut karena kost-an dia gerbangnya sudah digembok ibu kost selepas jam 10 malam. Dia pun sedikit panik, dan dengan terpaksa menerima tawaranku untuk menginap di kost-an ku yang bebas pulang kapan saja.
Sudah bisa ditebak apa yang bakal terjadi, malam itu kami menghabiskan waktu bercinta sepuasnya, bodynya yang sexy, putih, payudara yang montok membuat aku nafsu berulang – ulang, dia pun sepertinya hipersex juga, klop lah sudah. Kami bercinta berkali – kali, kadang istirahat sejenak, tak selang berapa lama, kami bercinta lagi.
Semenjak itu kami sering bertemu hanya untuk sekedar melampiaskan nafsu. Anehnya dia tidak pernah memaksaku untuk memacari dia, jadi aku bebas punya pacar, dia pun begitu, namun kami tetap TTM-an hanya untuk melampiaskan nafsu kami yang sama – sama hipersek. Kadang dia juga bercerita tentang khayakan bercinta dengan dua orang pria sekaligus. Aku pun bingung dengan ide dia kali ini.
blh dong minta no hp spg nya lg sangeeeee