• Cerita Dewasa – ABG Memeknya Basah

    Date: 2010.07.23 | Category: Cerita, Cerita 17 Tahun, Cerita Dewasa, cerita hot, Cerita Panas, Cerita Panaz, Cerita Seru, Cerita Sex | Tags: ,,,,,

    Cerita Dewasa – ABG Memeknya Basah ini bermula ketika suatu sore yang sedikit mendung. Di sebuah kamar kos yang terlihat cukup lebar, seorang gadis cantik nampak sedang terduduk di atas ranjang. Tangan kanannya nampak sedang meraba-raba vaginanya sendiri yang permukaannya tertutupi oleh bulu-bulu tipis berwarna hitam. Memang saat ini bagian bawah tubuh gadis tersebut tidak tertutup apapun lagi, karena celana pendek coklat maupun celana dalam putih polos yang semula dikenakannya kini tergeletak di sampingnya. Sedangkan tangan kiri gadis tersebut juga terlihat sibuk memilin-milin sendiri puting payudara kirinya. Tubuh atas gadis tersebut memang saat ini masih terbalut kaos ketat berwarna kuning, namun posisi bra putih yang dikenakakannya kini sudah bergeser dari posisinya semula.

    cerita dewasa cerita sex cerita saru cerita panas hanya di www.cerita.fridabali.com

    Gadis cantik itu bernama Gita. Ia berumur 19 tahun dan baru saja menginjak semester 3 di salah satu perguruan tinggi yang cukup bonafit di kota tersebut. Saat ini Gita memang sedang dilanda birahi karena memang sebentar lagi dirinya akan mendekati masa menstruasi. Masa-masa seperti ini bagi seorang gadis seperti Gita memang menjadi saat dimana libido sedang tinggi-tingginya. Sebagai seorang jomblo, tentunya Gita tidak memiliki pasangan yang bisa ia ajak menyalurkan hasrat birahinya. Maka dari itu masturbasi pun menjadi satu-satunya cara yang paling efektif sebagai penyaluran birahinya saat ini.

    Kedua mata Gita nampak terpejam mencoba untuk menghayati rabaan demi rabaan yang ia lakukan sendiri pada tubuhnya. Sesekali desahan kecil terdengar dari mulut gadis cantik tersebut, ketika rabaannya menyentuh puting dan klitorisnya sendiri. Namun ketika semua usahanya ini hampir memperoleh” hasil”, tiba-tiba terdengar suara ketukan pintu di depan pintu kamar kos Gita.

    cerita dewasa cerita sex cerita saru cerita panas hanya di www.cerita.fridabali.com

    “Tok… tok… tok…!”.

    “Sial!”, runtuk Gita di dalam hati. “Kenapa mesti di saat seperti ini ada tamu yang datang ke kosannya, benar-benar sial!”, runtuk gadis itu lagi.

    “Tok… tok… tok…! Ta…!!”, suara ketokan di pintu kenbali terdengar, kini ditambah dengan suara teriakan seorang gadis.

    “Sebentar…!”, teriak Gita.

    Dengan segera gadis cantik tersebut mengancingkan kembali kaitan branya dan mengenakan celana dalamnya.

    “Ya, sebentar!”, teriak Gita lagi sambil merapikan posisi celana pendek dan kaosnya.

    Setelah merapikan pakaian dan sedikit mengusap-usap wajahnya di depan cermin yang terlihat sedikit memerah akibat menahan nafsu, gadis itu pun kemudian membuka pintu.

    “Haii… lama amat sih bukanya?”, di depan pintu berdiri seorang gadis yang tak kalah cantik jika dibandingkan dengan Gita. Gadis itu seumuran dengan Gita dan merupakan temen satu kampusnya. Gadis itu bernama Tasya.

    “Eh iya, sorry tadi lagi di kamar mandi sih”, Gita mencoba menutupi aktifitas yang tadi ia lakukan di dalam kamar.

    cerita dewasa cerita sex cerita saru cerita panas hanya di www.cerita.fridabali.com

    Ternyata Tasya tidak sendiri. Di belakangnya berdiri seorang laki-laki berperawakan tinggi dan berwajah tampan. Rambut laki-laki itu tercukur rapi. Dari penampilannya terlihat ia cukup perlente. Mungkin ia adalah pacar Tasya, pikir Gita dalam hati.

    “O iya, ini Rido cowok gue”, Shelvi memperkenalkan laki-laki yang berada di belakangnya tersebut.

    “Rido”, laki-laki itu kemudian menyodorkan tangan kanannya.

    Gita pun membalasnya, “Gita”. Kedua tangan mereka pun saling berjabatan tangan.

    “Kok tumben nih? Ada apa Tasya?”, tanya Gita kepada sahabatnya.

    “Gue mau ngomong bentar ama lu dong”.

    Gita mengerutkan keningnya.

    “Rido, lu tunggu di sini aja dulu ya”, Tasya berucap ke arah laki-laki tersebut. Laki-laki itu pun hanya mengangguk.

    cerita dewasa cerita sex cerita saru cerita panas hanya di www.cerita.fridabali.com

    Lalu Tasya menarik tangan Gita untuk masuk ke dalam kamar kosnya. Di dalam mereka duduk di atas ranjang.

    “Ada apa sih Tasya?”, Gita kembali mengulangi pertanyaannya.

    Tasya menetakkan jari telunjuknya di depan bibirnya, menandakan agar Tasya menurunkan volume suaranya. Ia pun kemudian berbisik, “Gini ta, gue mau pinjem kamar lu bentar dong”.

    “Ah? Buat apa?”, bisik Gita penuh kecurigaan.

    “Gue mau gituan ama cowok gue”, Tasya berkata sambil memberikan isyarat tangan dengan memasukkan ibu jarinya diantara jari telunjuk dan jari tengahnya.

    cerita dewasa cerita sex cerita saru cerita panas hanya di www.cerita.fridabali.com

    Gita benar-benar tersentak melihat isyarat tangan sahabatnya tersebut. Tanda tersebut sering ia lihat setiap kali Tasya ingin menyamarkan kata “making love”. Bukan tanda itu yang mengejutkan Gita, karena ia tahu benar kalau memang sahabatnya ini sudah sering melakukan perbuatan terlarang tersebut dengan pacar-pacarnya. Yang membuatnya terkejut adalah kenapa ia memilih kamar kosnya ini untuk berbuat mesum.

    “Gila lu ya? Nggak boleh!”, bentak Gita sambil tetap berbisik.

    “Please ta, gue udah nggak tahan nih, memiaw gue udah basah banget”.

    “Ngapain lu nggak cari hotel aja?”.

    “Nggak sempet, ntar lagi cowok gue musti ke bandara, ini juga sama sekali nggak direncanain kok tiba-tiba dateng gitu aja waktu dia grepein gue di bioskop”.

    cerita dewasa cerita sex cerita saru cerita panas hanya di www.cerita.fridabali.com

    “Aduh gimana ya?”, sebenarnya Gita ingin mengatakan tidak, namun melihat ekspresi wajah Tasya yang begitu memelas ia pun menjadi bingung harus memberi jawaban apa.

    “Please ta, cowok gue cuma sehari ini aja bisa transit di sini, ntar malem dia musti keluar kota lagi jadi waktu gue ama dia cuma bentar banget nih”.